25 Apr

Mengenai Seorang Anak Perempuan yang Lahir dengan Memegang Shari karena Orangtuanya Bersumpah Membangun Pagoda

Papan informasi yang menunjukkan foto perkiraan tata letak kuil di situs sisa-sisa reruntuhan Kuil Totomi Kokubun (TripAdvisor)

Papan informasi yang menunjukkan foto perkiraan tata letak kuil di situs sisa-sisa reruntuhan Kuil Totomi Kokubun (TripAdvisor)

Pada zaman dahulu kala, tersebutlah seorang laki-laki, Niu no atai Otokami yang berdiam di distrik Iwata di provinsi Totomi. Dulunya ia pernah bersumpah untuk membangun sebuah pagoda, namun bahkan setelah bertahun-tahun sumpah itu belum juga terwujud. Hingga waktu tuanya, Otokami selalu menyesali kegagalannya mewujudkan sumpah itu.

Read More

231 total views, no views today

24 Mar

Mencari Gereja Katolik di Sapporo

“Ikutilah perayaan Ekaristi pada hari Minggu dan pada hari raya yang diwajibkan; dan janganlah melakukan pekerjaan yang dilarang pada hari itu.”

Perintah kedua dari Lima Perintah Gereja

Sebagai umat Katolik, perintah tersebut sudah sering kita dengar sejak kecil. Karenanya, salah satu tempat yang saya cari selepas kedatangan saya di Sapporo adalah letak gereja Katolik terdekat dari dormitory saya (saya berdomisili di Kita 23, Chuo-ku).

Gereja Katolik Kita Ichi-jo (Kita 1) yang terletak di Kita 1, Higashi 6, Chuo-ku. Foto diambil dari seberang gereja.

Gereja Katolik Kita Ichi-jo (Kita 1) yang terletak di Kita 1, Higashi 6, Chuo-ku. Foto diambil dari seberang gereja.

Read More

393 total views, no views today

03 Feb

Mengenal Blog UGM dan Cara Aktivasinya

Mungkin ada beberapa pengunjung yang sempat memperhatikan URL blog ini ketika membaca tulisan di sini. Ya, blog ini dibuat dengan memanfaatkan layanan blog pribadi mahasiswa UGM. Alamat blog ini juga menyertakan nama saya sebagai penulis, jadi anda boleh yakin bahwa identitas saya sebagai mahasiswa UGM valid. Setidaknya sampai saya lulus, karena blog ini juga akan tetap aktif setelah saya lulus. (~˘▾˘)~

Hasil tangkap layar dari halaman depan blog ini, diambil pada tanggal 03 Februari 2017.

Hasil tangkap layar dari halaman depan blog ini, diambil pada tanggal 03 Februari 2017.

Read More

280 total views, no views today

15 Jan

Koleksi Gambar Bunda Maria Bergaya Jepang Kuno

Melalui tulisan kali ini, saya ingin membagikan hasil pindaian koleksi gambar bunda Maria bergaya Jepang kuno yang saya peroleh di gereja. Gambar-gambar ini saya pindai dengan alat pemindai portable, jadi mohon dimaklumi jika kualitasnya kurang memuaskan.  ┬┴┬┴┤(・_├┬┴┬┴

Salah satu gambar Bunda Maria bergaya Jepang kuno yang berhasil saya peroleh

Bunda Maria dengan anak Yesus, digambar dengan gaya Jepang kuno (ukiyo-e)

Read More

697 total views, no views today

14 Jan

Mengenai Baju Sutra yang Hilang dan Didapat Kembali Berkat Devosi pada Bodhisattva Myouken

Cerita ini disarikan dari terjemahan Nihon Ryoiki oleh Burton Watson (2013) dengan perubahan.

Beratus-ratus tahun yang lau, di depan kuil yang bernama Shinobu-dera di distrik Ate, provinsi Kii, berdirilah sebuah rumah yang cukup megah. Di suatu waktu, sekelompok pencuri menerobos masuk rumah itu dan mencuri sepuluh baju sutra dari sana. Pemilik rumah itu pun berdoa dengan sungguh-sungguh pada Boddhisatva Myoken yang dikeramatkan di sana agar baju itu dikembalikan. Namun, amat disayangkan! Baju-baju tersebut sudah dijual ke seorang pedagang di kota Kii.

Belum tujuh hari berlalu, badai yang sangat kencang melanda kota itu. Angin tersebut menerbangkan baju-baju curian tadi, yang kemudian tersangkut di badan rusa, yang membawanya ke selatan dan meninggalkannya di kebun sang pemilik rumah. Sang pemilik rumah yang takjub akan kejadian itu pun berucap, “Ini pasti hadiah dari Surga!” Ketika pedagang yang membelinya  tahu bahwa baju-baju tersebut adalah barang curian, dia pun tidak memintanya kembali. Sungguh kejadian yang luar biasa!

Volume 1, Tale 34

DAFTAR PUSTAKA:

K., Watson, B., & Shirane, H. (2013). Record of miraculous events in Japan: The Nihon ryōiki. New York: Columbia University Press.

203 total views, 1 views today

13 Jan

Sejarah Berpakaian di Zaman Heian: Perbedaan Elemen Berpakaian Antar Golongan

Zaman Heian adalah zaman dimana terjadi kesenjangan sosial yang sangat besar antara kaum aristokrat, pemuka agama dengan rakyat biasa. Kesenjangan ini dapat dilihat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat di zaman Heian seperti pakaian, gaya hidup, dan lain sebagainya. Pada tulisan kali ini, penulis akan mencoba membahas perbedaan elemen-elemen berpakaian tiga kelas masyarakat di zaman Heian beserta penjelasan singkatnya.

Gambar 1. Beragam jenis pakaian dari zaman Heian yang dapat kita temui di Aoi Matsuri (Sumber: Jake Jung@Flickr)

Gambar 1. Beragam jenis pakaian dari zaman Heian yang dapat kita temui di Aoi Matsuri (Sumber: Jake Jung@Flickr)

Read More

502 total views, no views today

13 Jan

Mengenai Patung Kannon yang Selamat dari Lalapan Api dan Melakukan Mukjizat yang Luar Biasa

Cerita ini disarikan dari terjemahan Nihon Ryoiki oleh Burton Watson (2013) dengan perubahan.

Pada zaman pemerintahan Kaisar Shomu, di distrik Izumi di provinsi Izumi, di sebuah kuil di puncak gunung yang terpencil, bersemayamlah patung kayu Sang Bodhisattva Shokanjizai yang dikeramatkan dan dipuja oleh banyak orang. Pada suatu waktu, kebakaran yang sangat hebat melanda dan membumi hanguskan kuil itu. Walaupun demikian, secara ajaib patung ini berpindah kira-kira tiga puluh langkah jauhnya dari bagian kuil yang terbakar dan selamat tanpa cacat. Bahkan bau hanguspun tidak ada padanya!

Sungguh, kita tahu bahwa Tiga Harta Buddha memiliki kekuatan yang luar biasa walaupun Ia tidak berwujud dan tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. Ini sungguh mukjizat yang luar biasa!

Volume 2, Tale 37

DAFTAR PUSTAKA:

K., Watson, B., & Shirane, H. (2013). Record of miraculous events in Japan: The Nihon ryōiki. New York: Columbia University Press.

153 total views, 1 views today

27 Dec

Perilaku Konsumsi Konsumen Otaku di Jepang

Mungkin tidak berlebihan jika otaku dianggap sebagai konsumen Jepang yang paling menarik. Kelompok ini dapat mencakup pria dan wanita dari berbagai kalangan usia dan tersebar di pelosok dunia. Di Jepang, otaku bukan kaum terpinggirkan, melainkan segmen konsumen yang cukup besar dengan pangsa pasar sekitar 1,7 milyar yen pada tahun 2007.

Seorang otaku berjalan di tengah-tengah keramaian kota sambil menenteng tas berisi merchandise serta mengenakan pakaian bermotif karakter favoritnya (Sumber: Japan Today)

Seorang otaku berjalan di tengah-tengah keramaian kota sambil menenteng tas berisi merchandise serta mengenakan pakaian bermotif karakter favoritnya (Sumber: Japan Today)

Read More

415 total views, no views today

27 Dec

Transformasi Perilaku Konsumen Pria Generasi Muda Jepang

Apa yang terbayang di benak kalian ketika membaca judul di atas?  Apakah kalian langsung mengingat artikel tentang bra untuk pria? Piyama dengan model seragam anak sekolah untuk pria? Jika memang benar, kalian tidak sendirian! Para konsumen pria di Jepang sering dimisinterpretasikan karena media sering memberitakan target konsumen yang demikian, walaupun kelompok yang menjadi target iklan tersebut hanya mewakili sebagian kecil dari seluruh konsumen pria di Jepang.

Piyama bertema Sailor untuk kaum pria. (Sumber: RocketNews24)

Piyama bertema baju sailor untuk pria. (Sumber: RocketNews24)

Read More

720 total views, no views today