28 Feb

Mengenai Seorang Pemburu yang Dimangsa Burung Pegar

Cerita ini disarikan dari terjemahan Shasekishu oleh Robert E Morrell (1985) dengan perubahan.

Terkisahlah seorang laki-laki di provinsi Shimotsuke, yang sepanjang hidupnya mencari nafkah dengan berburu. Di suatu waktu laki-laki ini sakit keras dan sungguh, ia tidak pernah sembuh. Dalam kesakitannya dia berucap, bahwa rasanya seakan-akan pahanya dipatuk ratusan burung pegar, dan walaupun tidak ada seekorpun burung yang nampak, dagingnya memang menganga merah, seolah-olah disayat benda tajam.  Dari apa yang kudengar, hal ini sungguh-sungguh terjadi.

Read More

15 Feb

Mengenai Seorang Perempuan yang Berubah Menjadi Ular Karena Kasih yang Tidak Berbalas

Cerita ini disarikan dari terjemahan Shasekishu oleh Robert E Morrell (1985) dengan perubahan.

Di suatu waktu di Kamakura, tersebutlah seorang perempuan muda, yang jatuh hati pada seorang pesuruh di kediaman para biksu di jalan Wakamiya. Naas, laki-laki itu tidak menyambut perasaan perempuan ini, sehingga matilah dia dalam keadaan sakit asmara. Orangtua si gadis mengkremasi badan anaknya,  kemudian menaruh sisa abunya di peti dan mengirimnya ke kuil Zenkoji di daerah Nagano.

Read More

26 Jan

Mengenai Seekor Ular yang Memerkosa Istri Orang dan Menerima Ganjarannya

Cerita ini disarikan dari terjemahan Shasekishu oleh Robert E Morrell (1985) dengan perubahan.

Bertahun-tahun yang lalu, di suatu desa di pegunungan di provinsi Totomi, tersebutlah istri seorang pejabat, yang pada suatu waktu dihampiri seekor ular ketika suaminya tidak berada di tempat. Ketika sang suami pulang, dia menemukan binatang itu melingkar di sebelah istrinya, kemudian mengusirnya dengan tongkat kayu.

“Seharusnya sekarang kamu  kubunuh, tapi kali ini aku akan bermurah hati membiarkanmu pergi. Sekali lagi kamu melakukannya–” ancam si pejabat, “–lihat saja, akan kuremukkan kepalamu.”  Read More

10 Dec

Kotohime Monogatari (Hikayat Kotohime)

Cerita ini disarikan dari serial animasi Folktales from Japan Season 1 (Furusato Saisei:Nihon no Mukashi Banashi) episode 230 bagian 3, dengan perubahan.

Pada zaman dahulu kala, di salah satu pesisir pantai di kepulauan Jepang, hiduplah seorang bocah nelayan yang tinggal berdua dengan Ibunya. Di suatu waktu, anak itu mendapati sebuah kapal yang terdampar di dekat tempat tinggalnya.

"Wah, kapalnya besar sekali!" batin si anak

“Wah, kapalnya besar sekali!” batin si anak

Read More

01 Oct

Hachikazuki Hime (Putri Tempayan)

Cerita ini disarikan dari serial animasi Folktales from Japan Season 1 (Furusato Saisei:Nihon no Mukashi Banashi) episode 40 bagian 2, dengan perubahan.

Pada zaman dahulu kala, tinggallah seorang putri bangsawan yang cantik jelita di Ibu Kota. Putri itu tinggal berdua bersama Ibunya yang sangat menyayanginya. Di waktu luangnya, sang Ibu sering berbincang sambil menyisir rambut sang gadis.

Ibu Hachikazuki Hime sedang menyisir rambut putrinya. Ikat kepala yang dikenakan sang Ibu (bijime atau hachimaki) menunjukkan bahwa perempuan itu sedang sakit.

Ibu Hachikazuki Hime sedang menyisir rambut putrinya. Ikat kepala yang dikenakan sang Ibu (bijime atau hachimaki) menunjukkan bahwa perempuan itu sedang sakit.

Read More

18 Sep

Mengenai Yoshihide, Seorang Pelukis Gambar Buddha yang Rumahnya Hangus Dilalap Api

Cerita ini disarikan dari terjemahan Uji Shui Monogatari oleh Royall Tyler (2002) dengan perubahan.

Salah satu lukisan dewa Fudo yang dibuat oleh Yoshihide, Yojiri-Fudo yang sekarang disimpan di kuil Daigo-ji

Salah satu lukisan dewa Fudo karya Yoshihide, Yojiri-Fudo (よぢり不動)  yang sekarang disimpan di kuil Daigo-ji

Ketika rumah tetangganya terbakar dan angin berancang-ancang akan membawa api itu ke  tempat kediamannya, Yoshihide, seorang pelukis gambar sang Buddha, lari ke jalan raya. Ia pergi meninggalkan lukisan Fudo yang sedang dia kerjakan, berikut istri dan anak-anaknya, yang kiranya waktu itu belum berpakaian lengkap. Yoshihide melupakan segala sesuatu dan nampaknya puas bisa keluar sendiri.

Read More

14 Aug

Mengenai Seseorang yang Semasa Hidupnya Mencari Nafkah dengan Menjala Ikan dan Dihukum

Cerita ini disarikan dari terjemahan Nihon Ryoiki oleh Burton Watson (2013) dengan perubahan.

Tersebutlah Yang Mulia Jio, seorang biksu dari kuil Gango-ji di ibu kota yang lama, yang pada suatu musim panas mendapat undangan dari pengurus kuil No-no-o di distrik Shikama di provinsi Harima untuk berceramah di sana. Di dekat kuil itu, ada pula seorang laki-laki yang bekerja sebagai penjala ikan, dari dulu sejak waktu kanaknya hingga sekarang.

Kuil Gango-ji di Nara, Jepang (Sumber: Wikipedia)

Kuil Gango-ji di Nara, Jepang (Sumber: Wikipedia)

Read More

25 Apr

Mengenai Seorang Anak Perempuan yang Lahir dengan Memegang Shari karena Orangtuanya Bersumpah Membangun Pagoda

Papan informasi yang menunjukkan foto perkiraan tata letak kuil di situs sisa-sisa reruntuhan Kuil Totomi Kokubun (TripAdvisor)

Papan informasi yang menunjukkan foto perkiraan tata letak kuil di situs sisa-sisa reruntuhan Kuil Totomi Kokubun (TripAdvisor)

Pada zaman dahulu kala, tersebutlah seorang laki-laki, Niu no atai Otokami yang berdiam di distrik Iwata di provinsi Totomi. Dulunya ia pernah bersumpah untuk membangun sebuah pagoda, namun bahkan setelah bertahun-tahun sumpah itu belum juga terwujud. Hingga waktu tuanya, Otokami selalu menyesali kegagalannya mewujudkan sumpah itu.

Read More

14 Jan

Mengenai Baju Sutra yang Hilang dan Didapat Kembali Berkat Devosi pada Bodhisattva Myouken

Cerita ini disarikan dari terjemahan Nihon Ryoiki oleh Burton Watson (2013) dengan perubahan.

Beratus-ratus tahun yang lau, di depan kuil yang bernama Shinobu-dera di distrik Ate, provinsi Kii, berdirilah sebuah rumah yang cukup megah. Di suatu waktu, sekelompok pencuri menerobos masuk rumah itu dan mencuri sepuluh baju sutra dari sana. Pemilik rumah itu pun berdoa dengan sungguh-sungguh pada Boddhisatva Myoken yang dikeramatkan di sana agar baju itu dikembalikan. Namun, amat disayangkan! Baju-baju tersebut sudah dijual ke seorang pedagang di kota Kii.

Belum tujuh hari berlalu, badai yang sangat kencang melanda kota itu. Angin tersebut menerbangkan baju-baju curian tadi, yang kemudian tersangkut di badan rusa, yang membawanya ke selatan dan meninggalkannya di kebun sang pemilik rumah. Sang pemilik rumah yang takjub akan kejadian itu pun berucap, “Ini pasti hadiah dari Surga!” Ketika pedagang yang membelinya  tahu bahwa baju-baju tersebut adalah barang curian, dia pun tidak memintanya kembali. Sungguh kejadian yang luar biasa!

Volume 1, Tale 34

DAFTAR PUSTAKA:

K., Watson, B., & Shirane, H. (2013). Record of miraculous events in Japan: The Nihon ryōiki. New York: Columbia University Press.