28 Feb

Mengenai Seorang Pemburu yang Dimangsa Burung Pegar

Cerita ini disarikan dari terjemahan Shasekishu oleh Robert E Morrell (1985) dengan perubahan.

Terkisahlah seorang laki-laki di provinsi Shimotsuke, yang sepanjang hidupnya mencari nafkah dengan berburu. Di suatu waktu laki-laki ini sakit keras dan sungguh, ia tidak pernah sembuh. Dalam kesakitannya dia berucap, bahwa rasanya seakan-akan pahanya dipatuk ratusan burung pegar, dan walaupun tidak ada seekorpun burung yang nampak, dagingnya memang menganga merah, seolah-olah disayat benda tajam.  Dari apa yang kudengar, hal ini sungguh-sungguh terjadi.

Yang begini banyak juga yang serupa, tapi cukup ini saja yang kuceritakan. Pula yang mirip ini terjadi juga di Totomi, dan juga di Shimotsuke, perihal seorang lelaki yang dimangsa burung puyuh. Juga di tempat lain, diketahui pula kejadian di mana burung-burung dan binatang yang diumpankan seorang pemburu pada elang peliharaannya, nampak berkumpul di sekitarnya ketika laki-laki itu jatuh sakit, mengitarinya dari segala penjuru. Kejadian ini menimpa seseorang yang dekat dengan penguasa, jadi alangkah baiknya bila namanya tidak kusebutkan di sini. Lagi, tidak terhitung banyaknya kisah tentang karma yang menimpa  para pembantai sesama makhluk, seperti anjing, kura-kura, dan lain sebagainya.

Bab 7, cerita ke-12 dari buku Shasekishu (Sand and Pebbles).

Daftar Pustaka:

Ichien, and Robert E. Morrell. Sand and pebbles: the tales of Muju Ichien: a voice for pluralism in Kamakura Buddhism. State University of New York Press, 1985.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *