15 Feb

Mengenai Seorang Perempuan yang Berubah Menjadi Ular Karena Kasih yang Tidak Berbalas

Cerita ini disarikan dari terjemahan Shasekishu oleh Robert E Morrell (1985) dengan perubahan.

Di suatu waktu di Kamakura, tersebutlah seorang perempuan muda, yang jatuh hati pada seorang pesuruh di kediaman para biksu di jalan Wakamiya. Naas, laki-laki itu tidak menyambut perasaan perempuan ini, sehingga matilah dia dalam keadaan sakit asmara. Orangtua si gadis mengkremasi badan anaknya,  kemudian menaruh sisa abunya di peti dan mengirimnya ke kuil Zenkoji di daerah Nagano.

Setelah beberapa waktu lamanya, si pesuruh menjadi gila tanpa sebab, sehingga dia dikurung di sebuah kamar kecil. Pesuruh itu kedengarannya seolah-olah sedang berbincang dengan seseorang, dan ketika orangtuanya mengintip, dilihatlah bahwa ia sedang berbincang dengan seekor ular raksasa. Akhirnya laki-laki ini mati juga, dan ketika mayatnya ditaruh di peti untuk dikubur di pegunungan sebelah barat Wakamiya, dalam peti tersebut sudah ada ular yang menggerayangi tubuh si pesuruh. Mereka dikubur bersama-sama.

Di kemudian hari, ketika orangtua si gadis membuka peti kremasi anak mereka untuk mengambil sejumput abu dari sana, mereka mendapati bahwa sisa tulang si gadis sudah berubah menjadi ular kecil. Hal ini kemudian diberitahukan pada biksu yang memimpin upacara peringatan kematian perempuan itu.

Sungguh, peristiwa ini terjadi tidak kurang dari 10 tahun terakhir. Aku tahu siapa saja yang terlibat dalam kejadian ini, tapi sebaiknya tidak kuceritakan di sini agar mereka tidak mendapat malu.

Maka daripada itu, tidak ada yang lebih menakutkan daripada rasa cinta dan nafsu.  Terkisahkanlah seorang biksuni yang menikahkan suaminya dengan perempuan lain. Karena mereka tinggal di rumah yang sama dan sang abdi Buddha harus bertumpu pada sang istri muda sebagai pemberi nafkah, jemari sang biksuni pun berubah menjadi ular. Yang semacam ini banyak dicatat di buku Hosshinshu.

Bab 7, cerita ke-2 dari buku Shasekishu (Sand and Pebbles).

Daftar Pustaka:

Ichien, and Robert E. Morrell. Sand and pebbles: the tales of Muju Ichien: a voice for pluralism in Kamakura Buddhism. State University of New York Press, 1985.

 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *