26 Jan

Mengenai Seekor Ular yang Memerkosa Istri Orang dan Menerima Ganjarannya

Cerita ini disarikan dari terjemahan Shasekishu oleh Robert E Morrell (1985) dengan perubahan.

Bertahun-tahun yang lalu, di suatu desa di pegunungan di provinsi Totomi, tersebutlah istri seorang pejabat, yang pada suatu waktu dihampiri seekor ular ketika suaminya tidak berada di tempat. Ketika sang suami pulang, dia menemukan binatang itu melingkar di sebelah istrinya, kemudian mengusirnya dengan tongkat kayu.

“Seharusnya sekarang kamu  kubunuh, tapi kali ini aku akan bermurah hati membiarkanmu pergi. Sekali lagi kamu melakukannya–” ancam si pejabat, “–lihat saja, akan kuremukkan kepalamu.” 

Beberapa hari kemudian, pasangan suami istri itu didatangi gerombolan ular yang sangat banyak jumlahnya, sehingga sang suami keluar menyongsong mereka.

“Kenapa kalian ke sini?!” seru si pejabat. Ujarnya lagi, “Beberapa hari yang lalu, istriku ditiduri salah satu dari kalian ketika dia tidur larut hari. Sudah sewajarnya binatang jahanam itu kubunuh karena aku menyaksikan kekejian itu dengan mata kepalaku sendiri, tapi dia kubiarkan pergi karena kasihan. Apa aku salah? Manusia dan binatang memang berbeda, tapi seharusnya etiket kita sama.”

Sesudah laki-laki itu menyelesaikan kalimatnya, ular-ular di sana, mulai dari yang paling besar, mulai menggigiti badan si ular pemerkosa dan melahapnya sampai tak ada yang tersisa. Sesudah itu, gerombolan ular tersebut kembali ke kediamannya, dan sang pejabat beserta istrinya tidak pernah diganggu lagi hingga kini.

Dari cerita tersebut, dapat kita lihat bahwa sang pejabat berhasil menghindari malapetaka yang mungkin timbul atasnya dengan berdebat sesuai akal sehat, alih-alih menggunakan kekerasan. Oleh karenanya, kita harus berusaha sebaik-baiknya untuk tidak melukai sesama makhluk hidup.

Bab 7, cerita ke-4 dari buku Shasekishu (Sand and Pebbles).

Daftar Pustaka:

Ichien, and Robert E. Morrell. Sand and pebbles: the tales of Muju Ichien: a voice for pluralism in Kamakura Buddhism. State University of New York Press, 1985.

 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *