14 Aug

Mengenai Seseorang yang Semasa Hidupnya Mencari Nafkah dengan Menjala Ikan dan Dihukum

Cerita ini disarikan dari terjemahan Nihon Ryoiki oleh Burton Watson (2013) dengan perubahan.

Tersebutlah Yang Mulia Jio, seorang biksu dari kuil Gango-ji di ibu kota yang lama, yang pada suatu musim panas mendapat undangan dari pengurus kuil No-no-o di distrik Shikama di provinsi Harima untuk berceramah di sana. Di dekat kuil itu, ada pula seorang laki-laki yang bekerja sebagai penjala ikan, dari dulu sejak waktu kanaknya hingga sekarang.

Kuil Gango-ji di Nara, Jepang (Sumber: Wikipedia)

Kuil Gango-ji di Nara, Jepang (Sumber: Wikipedia)

Pada suatu hari, orang itu terjebak dalam semak buah murbei, dan walaupun tidak ada api yang nampak, dia dengan segenap tenaganya menjerit dan meronta: “Tolong! Aku terbakar!” Ketika istri berikut anak dan segenap sanak saudara nelayan itu mencoba menolongnya, dia berteriak: “Jangan mendekat! Api ini akan melahapku!”

Sementara itu, ayah nelayan tersebut bergegas secepat kilat menuju kuil dan memohon Yang Mulia Jio untuk menolong mereka. Segera setelah Jio membaca doa, laki-laki itu terselamatkan dari kobaran api misterius yang mengancam nyawanya, walaupun sebagian celananya hangus terbakar. Hatinya kecut, dia pergi ke kuil, dan di hadapan segenap umat yang ada di sana mengakui dosa-dosanya dan bersumpah untuk bertobat. Nelayan itu mempersembahkan pakaian dan berbagai harta benda lainnya ke kuil serta meminta pembacaan sutra untuk menebus dosanya. Lalu dia tidak pernah berbuat dosa lagi.

Peristiwa ini serupa dengan yang tertulis di Yanshi jiaxu n [PeganganTurun Temurun Keluarga Yan], bunyinya: “Di suatu masa, hiduplah seorang laki-laki dari keluarga Liu di kota Jiangling, yang mencari nafkah dengan berdagang belut rebus.  Di kemudian hari, laki-laki ini memiliki anak yang kepalanya berwujud belut sedang tubuhnya manusia.” Mungkin inilah yang dimaksudkannya.

Volume 1, Tale 11

DAFTAR PUSTAKA:

K., Watson, B., & Shirane, H. (2013). Record of miraculous events in Japan: The Nihon ryōiki. New York: Columbia University Press.

 

77 total views, 1 views today


Dukung penulis dengan membagikan cerita ini :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *