31 Jul

Kunjungan ke Museum Tale of Genji di Uji, Kyoto

Pada awal bulan Maret 2017, saya sangat beruntung karena memperoleh kesempatan untuk mengunjungi Museum Tale of Genji di Uji, Kyoto. Jika Anda mengenal saya secara personal, Anda mungkin tahu bahwa saya adalah penggemar berat literatur Jepang yang berjudul Genji Monogatari (Tale of Genji; Hikayat Genji). Karenanya, dalam kesempatan ini saya tidak lupa mendokumentasikan segala sesuatu yang bisa saya dokumentasikan agar dapat saya ceritakan di blog ini. :”))

Untuk mengunjungi museum ini, saya mengambil kereta jurusan Uji dari stasiun Kyoto dan turun di stasiun Uji, kemudian berjalan kaki kurang lebih satu kilometer. Museum ini terletak di dalam gang, namun cukup mudah ditemui karena banyak papan petunjuk untuk membantu para turis. Museum Tale of Genji adalah andalan utama pariwisata kota Uji selain teh hijaunya, karena Uji adalah tempat yang dijadikan latar belakang penulisan paruh akhir Hikayat Genji.

Ketika sampai di museum ini, pengunjung akan disambut dengan papan nama yang menandai jalan menuju pintu masuk museum. Pada papan nama ini tertera nama museum beserta jam bukanya. Menurut kemampuan membaca saya yang seadanya, museum ini dibuka dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore dan tutup setiap hari Senin. Mohon diperbaiki jika salah. (>人<)

Papan nama Museum Tale of Genji. Pada papan ini tertera nama museum (dalam kanji/ katakana) beserta jam bukanya.

Setelah melewati papan tersebut, pengunjung akan dihadapkan pada kebun bergaya Jepang. Karena saya datang di akhir musim dingin, pohon-pohon di kebun tersebut sedang rontok. Mungkin kebun itu akan sangat indah jika saya datang di musim semi atau gugur.  o)-(

Kebun di halaman depan Museum Tale of Genji

Kebun di halaman depan Museum Tale of Genji

Setelah masuk, pengunjung akan diminta untuk membeli tiket seharga 500 yen. Tiket ini bersifat sekali pakai, sehingga pengunjung bebas memasuki ruangan manapun selama tidak  keluar dari museum.  Dalam museum ini terdapat lima ruangan utama, yaitu ruangan tempat memajang karya seni kuno bertema Hikayat Genji; ruangan yang bertema paruh awal cerita Hikayat Genji; ruangan bertema paruh akhir Hikayat Genji; ruang bioskop kecil dan ruang toko suvenir.

Peta ruangan pada museum Hikayat Genji

Peta ruangan pada museum Hikayat Genji

Ruangan pertama yang saya masuki adalah ruangan tempat memajang tiruan karya seni kuno bertema Hikayat Genji. Dalam ruangan ini, saya berkesempatan melihat gambar yamato-e, ukiyo-e dan sebuah sliding screen bertema Hikayat Genji.

Ruangan tempat memajang karya seni bersejarah bertema Hikayat Genji

Ruangan tempat memajang karya seni bersejarah bertema Hikayat Genji

Sebagian besar yamato-e yang dipajang di ruangan ini adalah tiruan lukisan yang dibuat oleh Tosa Mitsuyoshi  pada pertengahan abad ke-16.

Salah satu Yamato-e buatan Tosa Mitsuyoshi yang mewakili chapter Hashihime (The Maiden of the Bridge) dalam Hikayat Genji. Gambar tersebut memperlihatkan Kaoru no Kimi yang sedang mengintip kedua putri Uji yang bermain koto.

Salah satu Yamato-e buatan Tosa Mitsuyoshi yang mewakili chapter Hashihime (The Maiden of the Bridge) dalam Hikayat Genji. Gambar tersebut memperlihatkan Kaoru no Kimi yang sedang mengintip kedua putri Uji yang bermain koto.

Selain itu, terdapat pula sebuah sliding screen yang menggambarkan beberapa adegan dalam Tale of Genji. Sliding screen ini adalah tiruan salah satu dari beberapa sliding screen yang dibuat oleh Tosa Mitsuyoshi pada waktu yang sama. Sliding screen lainnya dapat dilihat di sini.

Salah satu sliding screen bertema Tale of Genji

Salah satu sliding screen bertema Tale of Genji

Setelah itu, ruangan kedua yang saya masuki adalah ruangan bertema paruh awal Hikayat Genji. Pada ruangan ini, pengunjung dapat berfoto di depan pajangan bunga wisteria, melihat video singkat yang menceritakan chapter awal Tale of Genji (Kiritsubo), melihat perwujudan salah satu chapter Tale of Genji yang berjudul Utsusemi, dan berfoto di depan miniatur 1:1 kereta sapi yang biasa digunakan para aristokrat di zaman Heian.

 

Penampakan ruangan yang mewakili paruh awal Hikayat Genji

Penampakan ruangan yang mewakili paruh awal Hikayat Genji

Pengunjung juga dapat melihat miniatur 1:1 topi dan kipas yang biasa digunakan para aristokrat di zaman Heian.

Miniatur topi dan kipas para aristokrat di zaman Heian

Miniatur topi dan kipas para aristokrat di zaman Heian

Pada ruangan ini juga terdapat miniatur 1:1 kereta sapi yang biasa digunakan di zaman Heian, lengkap dengan manekin 1:1 seorang perempuan aristokrat di dalamnya. Perempuan aristokrat dalam kereta sapi tersebut mengenakan baju tradisional Jepang di zaman Heian yang bernama itsutsuginu karaginu mo, atau lebih dikenal dengan sebutan juunihitoe.

Miniatur kereta sapi yang biasa digunakan para aristokrat di zaman Heian.

Miniatur kereta sapi yang biasa digunakan para aristokrat di zaman Heian.

Miniatur kereta sapi yang biasa digunakan para aristokrat di zaman Heian, tampak dekat

Miniatur kereta sapi yang biasa digunakan para aristokrat di zaman Heian, tampak dekat

Miniatur kereta sapi yang biasa digunakan para aristokrat di zaman Heian, tampak samping

Miniatur kereta sapi yang biasa digunakan para aristokrat di zaman Heian, tampak samping

Walaupun demikian, atraksi utama ruangan ini adalah miniatur 1:1 salah satu adegan di chapter Utsusemi.  Di sini, pengunjung dapat mengamati gaya berpakaian para aristokrat di zaman Heian beserta ruangan tempat mereka tinggal.

Gantungan baju tempat menaruh pakaian para aristokrat zaman Heian.

Gantungan baju tempat menaruh pakaian para aristokrat zaman Heian.

Miniatur ini menyuguhkan adegan di mana pangeran Genji mengintip Utsusemi yang sedang bermain go bersama anak tirinya,  Nokiba no Ogi. Utsusemi adalah istri muda seorang pejabat bergelar Iyo no Suke. Di sini, Utsusemi mengenakan gaun merah dan duduk di sebelah kiri.

Salah satu adegan dalam chapter Utsusemi di mana Utsusemi bermain go bersama anak tirinya. Utsusemi duduk di sebelah kiri.

Salah satu adegan dalam chapter Utsusemi di mana Utsusemi bermain go bersama anak tirinya. Utsusemi duduk di sebelah kiri.

Adegan dalam chapter Utsusemi, tampak belakang.

Adegan dalam chapter Utsusemi, tampak belakang.

Adegan dalam chapter Utsusemi, tampak luar. Dapat dilihat bahwa pangeran Genji sedang mengintip kedua perempuan tersebut dari balik tirai.

Adegan dalam chapter Utsusemi, tampak luar. Dapat dilihat bahwa pangeran Genji sedang mengintip kedua perempuan tersebut dari balik tirai.

Ruangan ini juga menyediakan tempat bagi pengunjung untuk berfoto, yakni tiruan pohon wisteria.

Ruangan ketiga yang saya masuki adalah ruangan yang mewakili paruh akhir cerita Hikayat Genji. Pada ruangan ini terdapat miniatur 1:1 salah satu adegan pada chapter Hashihime (Maiden of the Bridge). Adegan tersebut menggambarkan Kaoru no Kimi (dikenal sebagai anak sah Hikaru Genji dengan Onna San no Miya) yang sedang mengintip kedua putri Uji saat bermain musik.

Salah satu adegan dalam chapter Hashihime di mana Kaoru no Kimi mengintip kedua putri Uji saat bermain musik.

Salah satu adegan dalam chapter Hashihime di mana Kaoru no Kimi mengintip kedua putri Uji saat bermain musik.

Setelah puas mengamat-amati ketiga ruangan tersebut, saya menonton dua film pendek yang menceritakan kisah cinta putri Ukifune dengan Kaoru no Kimi dan Niou no Miya. Masing-masing film tersebut berdurasi 20 menit dan diputar setiap jam.

Jadwal pemutaran film pendek di museum Tale of Genji

Jadwal pemutaran film pendek di museum Tale of Genji

Pada film pertama, pengunjung disuguhkan kisah cinta putri Ukifune yang diambil dari sudut pandang Ukifune dan dinarasikan oleh Ukifune sendiri. Film ini menarik karena menggunakan boneka 3D sebagai ganti karakter. Film kedua mengisahkan kisah cinta putri Ukifune dari sudut pandang narator dan diolah sebagaimana drama sejarah pada umumnya.

Selebaran pengumuman yang menampilkan jadwal tayang film di ruang bioskop

Selebaran pengumuman yang menampilkan jadwal tayang film di ruang bioskop

Kunjungan saya ke museum ini menghabiskan waktu kurang lebih tiga jam. Berikut saya sertakan juga selebaran yang dibagikan pada pengunjung museum.

Selebaran panduan bagi pengunjung Museum Tale of Genji

Selebaran panduan bagi pengunjung Museum Tale of Genji, tampak depan

Selebaran panduan bagi pengunjung Museum Tale of Genji, tampak belakang

Selebaran panduan bagi pengunjung Museum Tale of Genji, tampak belakang

Di akhir kunjungan, saya mengunjungi toko suvenir dan membeli suvenir berupa pembatas buku Tale of Genji. Saya juga mengisi kuesioner dan mendapatkan bonus berupa kartu pos bertema Tale of Genji.

Pada akhirnya, menurut saya kunjungan ini benar-benar mengesankan. Saya sangat berharap memperoleh kesempatan untuk berkunjung ke museum ini lagi. :”))

 

123 total views, 1 views today


Dukung penulis dengan membagikan cerita ini :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *