31 Jul

Kunjungan ke Museum Tale of Genji di Uji, Kyoto

Pada awal bulan Maret 2017, saya sangat beruntung karena memperoleh kesempatan untuk mengunjungi Museum Tale of Genji di Uji, Kyoto. Jika Anda mengenal saya secara personal, Anda mungkin tahu bahwa saya adalah penggemar berat literatur Jepang yang berjudul Genji Monogatari (Tale of Genji; Hikayat Genji). Karenanya, dalam kesempatan ini saya tidak lupa mendokumentasikan segala sesuatu yang bisa saya dokumentasikan agar dapat saya ceritakan di blog ini. :”))

Untuk mengunjungi museum ini, saya mengambil kereta jurusan Uji dari stasiun Kyoto dan turun di stasiun Uji, kemudian berjalan kaki kurang lebih satu kilometer. Museum ini terletak di dalam gang, namun cukup mudah ditemui karena banyak papan petunjuk untuk membantu para turis. Museum Tale of Genji adalah andalan utama pariwisata kota Uji selain teh hijaunya, karena Uji adalah tempat yang dijadikan latar belakang penulisan paruh akhir Hikayat Genji.

Ketika sampai di museum ini, pengunjung akan disambut dengan papan nama yang menandai jalan menuju pintu masuk museum. Pada papan nama ini tertera nama museum beserta jam bukanya. Menurut kemampuan membaca saya yang seadanya, museum ini dibuka dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore dan tutup setiap hari Senin. Mohon diperbaiki jika salah. (>人<)

Papan nama Museum Tale of Genji. Pada papan ini tertera nama museum (dalam kanji/ katakana) beserta jam bukanya.

Read More

122 total views, no views today

01 Jul

Yabureta Yakusoku (Ingkar Janji)

Cerita ini disarikan dari serial animasi Folktales from Japan Season 1 (Furusato Saisei:Nihon no Mukashi Banashi) episode 229 bagian 1, dengan perubahan.

Pada zaman dahulu kala, hiduplah sepasang suami istri yang saling mengasihi. Sang suami adalah samurai berpangkat tinggi yang bekerja langsung di bawah perintah Shogun. Sayang, pada suatu hari sang istri jatuh sakit. Sakitnya sangat keras sampai dia tidak bisa beranjak dari tempat tidurnya. Wajahnya pucat pasi, matanya sayu, kulitnya kering dan matanya cekung sampai seolah-olah bola matanya akan keluar sewaktu-waktu.

Sang suami sedang menemani istrinya yang akan meregang napas terakhir.

Sang suami sedang menemani istrinya yang akan meregang napas terakhir.

Read More

115 total views, no views today