26 May

Mengenai Patung Tembaga Bodhisattva Miroku yang Dicuri dan Mengungkap Pencurinya dengan Mukjizat yang Luar Biasa

Pada zaman dahulu kala, di waktu pemerintahan Kaisar Shomu, tersebutlah seorang juru pesan Istana yang pada suatu malam sedang berjalan-jalan di sekitar kota. Ketika malam telah larut, dia mendengar isakan tersedu dari padang rumput di selatan pertapaan Kazuraki di ibu kota Nara. Lirihnya terdengar samar-samar seperti orang yang sedang menangis, “Sakit, sakit!” Mendengar suara ini, sang juru pesan pun segera bergegas menuju ke arah tangisan itu berasal.
Patung tembaga sang Bodhisattva Miroku (Maitreya Bodhisattva atau Miroku Bosatsu) di kuil Koryuji (diambil dari taleofgenji.org)

Patung tembaga sang Bodhisattva Miroku (Maitreya Bodhisattva atau Miroku Bosatsu) di kuil Koryuji (diambil dari taleofgenji.org)

 Di sana, dia mendapati seorang pencuri sedang menghancurkan patung tembaga sang Bodhisattva Miroku dengan batu. Ketika dia menangkap dan menginterogasi sang pencuri, laki-laki itu berucap, “Ya, patung tembaga ini memang dari pertapaan Kazuraki”. Patung itu dikembalikan ke pertapaaan dan sang pencuri diserahkan pada yang berwajib, yang kemudian menaruhnya di penjara.
Memang, Sang Buddha dalam tubuh Dharma-Nya tidak berdarah maupun berdaging. Jadi, bagaimanakah gerangan Ia dapat merasa sakit? Peristiwa ini menunjukkan bahwa keberadaan Dharma selalu tetap dan tak berubah. Kejadian ini sungguh luar biasa!
Volume 2, Tale 23
Daftar Pustaka:
K., Watson, B., & Shirane, H. (2013). Record of miraculous events in Japan: The Nihon ryōiki. New York: Columbia University Press.

151 total views, 1 views today


Dukung penulis dengan membagikan cerita ini :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *