25 Apr

Mengenai Seorang Anak Perempuan yang Lahir dengan Memegang Shari karena Orangtuanya Bersumpah Membangun Pagoda

Papan informasi yang menunjukkan foto perkiraan tata letak kuil di situs sisa-sisa reruntuhan Kuil Totomi Kokubun (TripAdvisor)

Papan informasi yang menunjukkan foto perkiraan tata letak kuil di situs sisa-sisa reruntuhan Kuil Totomi Kokubun (TripAdvisor)

Pada zaman dahulu kala, tersebutlah seorang laki-laki, Niu no atai Otokami yang berdiam di distrik Iwata di provinsi Totomi. Dulunya ia pernah bersumpah untuk membangun sebuah pagoda, namun bahkan setelah bertahun-tahun sumpah itu belum juga terwujud. Hingga waktu tuanya, Otokami selalu menyesali kegagalannya mewujudkan sumpah itu.

Pada masa pemerintahan Kaisar Shomu, Otokami, yang saat itu telah lanjut umurnya di tujuh puluh tahun, dengan istrinya yang menginjak enam puluh dua tahun, dikaruniai seorang anak perempuan. Sejak lahir, tangan kiri anak ini tergenggam erat. Orangtua si bayi, meratap dan bertanya-tanya mengenai ini, mencoba membuka tangan anak itu, namun tangannya tergenggam sangat erat sehingga mustahil membukanya. Sambil meratap, kedua orangtua bayi itu berkata, “Sungguh disayangkan, kita dikaruniai anak cacat di usia kita yang sudah mendekati mati. Amat sangat disayangkan. Namun pasti karma yang mengizinkannya, sehingga anak ini lahir pada kita.” Karenanya mereka tidak menelantarkan sang bayi dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang.

Bayi itu tumbuh menjadi anak perempuan yang sangat cantik, dan ketika usianya menginjak tujuh tahun, tangannya terbuka dan ia menunjukkannya pada ibunya, katanya, “Lihat ini, Ibu!” Di telapak tangannya terdapat dua butir shari*. Dengan rasa heran dan takjub yang bercampur aduk, sang Ibu bergegas membagikan kabar tersebut kepada para tetangganya.

 

Contoh penampakan butiran shari. Shari (diserap dari kata sarira) merujuk pada butiran seperti kristal yang biasanya ditemukan di antara sisa-sisa debu kremasi seorang maha guru ajaran Buddha.

Contoh penampakan butiran shari. Shari (diserap dari kata sarira) merujuk pada butiran seperti kristal yang biasanya ditemukan di antara sisa-sisa debu kremasi seorang maha guru ajaran Buddha.

Berita tersebut menjalar dengan cepat dari mulut ke mulut sampai akhirnya sampai ke lingkungan pemerintahan. Para pejabat daerah yang kegirangan pun berkumpul bersama untuk membangun sebuah pagoda tujuh lantai dan menempatkan kedua butir shari tersebut di tempat yang layak. Pagoda ini adalah pagoda di Kuil Iwata, yang sekarang berdiri di distrik Iwata. Namun, anak gadis itu mendadak meninggal setelah pagoda itu selesai dibangun.

Perkiraan model 3D pagoda 7 lantai di kuil Totomi Kokubun, distrik Iwata, provinsi Totomi (sekarang menjadi distrik Iwata di sebelah barat prefektur Shizuoka)

Perkiraan model 3D pagoda 7 lantai di kuil Totomi Kokubun, distrik Iwata, provinsi Totomi (sekarang menjadi distrik Iwata di sebelah barat prefektur Shizuoka) (Totomi Kokubunji, 2015)

Sungguh, kita tahu bahwa tidak ada sumpah yang dibiarkan tercampak begitu saja. Sumpah yang telah dinyatakan dengan sungguh-sungguh pasti akan terpenuhi, entah bagaimanapun caranya. Mungkin inilah yang dimaksudkannya.

Volume 2, Tale 31

Daftar Pustaka:

THE SITE OF TOTOMI KOKUBUNNJI TEMPLE. (2015). Retrieved April 25, 2017, from http://www.geocities.jp/ecc_monna/kokubunji-gaiyou.htm

232 total views, 1 views today


Dukung penulis dengan membagikan cerita ini :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *