24 Mar

Mencari Gereja Katolik di Sapporo

“Ikutilah perayaan Ekaristi pada hari Minggu dan pada hari raya yang diwajibkan; dan janganlah melakukan pekerjaan yang dilarang pada hari itu.”

Perintah kedua dari Lima Perintah Gereja

Sebagai umat Katolik, perintah tersebut sudah sering kita dengar sejak kecil. Karenanya, salah satu tempat yang saya cari selepas kedatangan saya di Sapporo adalah letak gereja Katolik terdekat dari dormitory saya (saya berdomisili di Kita 23, Chuo-ku).

Gereja Katolik Kita Ichi-jo (Kita 1) yang terletak di Kita 1, Higashi 6, Chuo-ku. Foto diambil dari seberang gereja.

Gereja Katolik Kita Ichi-jo (Kita 1) yang terletak di Kita 1, Higashi 6, Chuo-ku. Foto diambil dari seberang gereja.

Walaupun demikian, pada minggu pertama saya menemui masalah kecil. Sama halnya dengan tidak semua gereja di Indonesia yang menawarkan misa dalam bahasa Inggris; tidak semua gereja di Jepang menawarkan misa dalam bahasa Inggris!  Jadi pada minggu pertama saya berada di Sapporo, saya mengikuti misa dalam bahasa Jepang dan sama sekali tidak mengerti apa yang dibahas di sana. ¯\_(ツ)_/¯

Jadi, agar saudara-saudari sekalian tidak mengulangi kesalahan tersebut, anda harus mencermati poin ini: bagaimana cara mencari gereja Katolik yang menawarkan misa dalam bahasa Inggris di Sapporo?

Pertanyaan sederhana ini terjawab dengan bantuan mesin pencari Google! (ノ◕ヮ◕)ノ*:・゚✧ ✧゚・: *ヽ(◕ヮ◕ヽ) Dari situs Diocese of Sapporo, dapat kita lihat bahwa gereja Katolik yang menawarkan misa dalam bahasa Inggris adalah gereja Katolik di Kita 1 dan Obihiro. Hasil tangkap layar situs tersebut (diakses pada tanggal 24 Maret 2017) dapat dilihat pada gambar 1.

Gambar 1. Hasil tangkap layar situs Diocese of Sapporo yang berisi informasi mengenai misa dalam bahasa Inggris di Sapporo

Gambar 1. Hasil tangkap layar situs Diocese of Sapporo yang berisi informasi mengenai misa dalam bahasa Inggris di Sapporo

Walaupun demikian, masih tersisa pertanyaan lain: Kapan misa dengan bahasa Inggris biasa diselenggarakan? Pertanyaan ini pun dapat terjawab dengan menilik jadwal misa di situs Diocese of Sapporo. Menurut situs tersebut, misa bahasa Inggris biasa diadakan setiap minggu di gereja Kita Ichi-jo (Kita 1) pada jam 12.30. Hasil tangkap layar halaman yang menyediakan informasi tersebut dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Hasil tangkap layar situs Diocese of Sapporo yang menyajikan jadwal misa dalam bahasa Inggris di Kita Ichi-jo (Kita 1)

Gambar 2. Hasil tangkap layar situs Diocese of Sapporo yang menyajikan jadwal misa dalam bahasa Inggris di Kita Ichi-jo (Kita 1)

Karenanya, saat masih berada di Sapporo saya selalu mengikuti misa di gereja Kita Ichi-jo. Mengenai transportasi, kita punya dua pilihan: Naik subway atau jalan kaki/ naik sepeda. Sebelum musim salju, saya selalu naik sepeda dari dormitory  untuk menghemat ongkos transportasi (sekitar 1 jam dari Kita 23). Namun setelah musim salju, saya tidak punya pilihan selain naik subway. ب_ب

Apabila Anda berangkat dari Sapporo Eki, Anda dapat mengambil kereta bawah tanah jalur Namboku menuju Makomanai untuk transit di Oodori Kouen (turun di sini), kemudian pindah jalur (jangan keluar stasiun!) ke jalur Tozai menuju Shin-Sapporo untuk turun di  stasiun Bus center mae. Gereja Kita Ichijo dapat dicapai dengan lima menit jalan kaki dari Exit terakhir. Anda juga dapat mengakses posisi tepatnya di Google Map melalui pranala luar ini. ( ゚ヮ゚)

Selain itu, saya tak lupa juga menyempatkan diri mengambil foto interior di gereja tersebut. Foto-foto tersebut dapat dilihat di bawah ini. Maaf fotonya tidak bagus, saya tidak jago  ┬┴┬┴┤(・_├┬┴┬┴

Gambar 3. Suasana di dalam gereja Kita Ichijo yang lengang. Foto diambil beberapa saat setelah misa berakhir.

Gambar 3. Suasana di dalam gereja Kita Ichijo yang lumayan lengang. Foto diambil beberapa saat setelah misa berakhir.

Gambar 4. Kaca hias di gereja Kita Ichi-jo dengan pudaran warna biru-hijau yang semarak

Gambar 4. Kaca hias di gereja Kita Ichi-jo dengan pudaran warna biru-hijau yang semarak

Gambar 5. Langit-langit gereja yang merepresentasikan arsitektur kontemporer tahun 1920-an dengan logo Jesuit terpasang di tengahnya. Dapat pula dilihat lukisan yang sudah pudar.

Gambar 5. Langit-langit gereja yang merepresentasikan arsitektur kontemporer tahun 1920-an dengan logo Jesuit terpasang di tengahnya. Dapat pula dilihat lukisan yang sudah pudar.

Tidak hanya arsitektur, saya juga menyempatkan diri memotret teks misa yang digunakan di gereja ini. Lembar teks yang digunakan di gereja Kita Ichijo diimpor langsung dari Filipina, lho. (•ω•)

Gambar 6. Foto teks misa yang digunakan di gereja Kita Ichijo. Lembar teks tersebut berasal dari Filipina.

Gambar 6. Foto teks misa yang digunakan di gereja Kita Ichijo. Lembar teks tersebut berasal dari Filipina.

Selain teks misa, saya juga menyempatkan diri memotret patung-patung yang berada di gereja Kita Ichijo. Secara keseluruhan, terdapat lima buah patung berukuran besar dan satu salib di belakang altar, yaitu patung Bunda Maria, Santo Yosef, Yesus dan salib Yesus serta dua patung Malaikat Agung. Walaupun demikian, saya lupa mengambil foto kedua Malaikat Agung. Maafkan saya   ಥ_ಥ

Gambar 7. Patung Bunda Maria dengan Kanak-Kanak Yesus. Patung ini terletak di sebelah kiri altar.

Gambar 7. Patung Bunda Maria dengan Kanak-Kanak Yesus. Patung ini terletak di sebelah kiri altar.

Gambar 8. Altar perayaan Ekaristi, dilihat dari dekat.

Gambar 8. Altar perayaan Ekaristi, dilihat dari dekat.

Gambar 9. Patung Santo Yosef dan Kanak-Kanak Yesus, dipotret dari samping. Patung ini terletak di sebelah kanan altar.

Gambar 9. Patung Santo Yosef dan Kanak-Kanak Yesus, dipotret dari samping. Patung ini terletak di sebelah kanan altar.

Gambar 10. Patung Santo Yosef dan Kanak-kanak Yesus, tampak dekat.

Gambar 10. Patung Santo Yosef dan Kanak-kanak Yesus, tampak dekat.

Tidak lupa pula, saya menyempatkan diri mengambil foto gereja tampak depan! Saat saya mengambil foto ini, hari sedang cerah dan tidak bersalju. Suasana Gereja juga ramai karena foto diambil beberapa saat setelah misa selesai.

Gambar 11. Gereja Kita Ichijo, tampak dekat. Foto diambil ketika Gereja memasuki suasana Natal, sehingga terdapat pajangan pohon cemara dan pajangan Natal di depan pintu.

Gambar 11. Gereja Kita Ichijo, tampak dekat. Foto diambil ketika Gereja memasuki suasana Natal, sehingga terdapat pajangan pohon cemara dan pajangan Natal di depan pintu.

Selain itu, saya juga cukup beruntung karena sempat merayakan misa Natal di gereja ini. Karenanya, saya ingin menyertakan beberapa foto hasil dokumentasi perayaan misa Natal di gereja Kita Ichijo. Foto-foto di bawah ini adalah foto miniatur Keluarga Kudus bersama para gembala dan Tiga Raja dari Timur yang dipajang pada hari Natal.

Gambar 12. Miniatur Keluarga Kudus bersama para gembala dan Tiga Raja dari Timur. Terdapat pula patung Malaikat yang digantung di atas kandang.

Gambar 12. Miniatur Keluarga Kudus bersama para gembala dan Tiga Raja dari Timur. Terdapat pula patung Malaikat yang digantung di atas kandang.

Gambar 13. Miniatur Keluarga Kudus bersama para gembala dan Tiga Raja dari Timur, tampak dekat.

Gambar 13. Miniatur Keluarga Kudus bersama para gembala dan Tiga Raja dari Timur, tampak dekat.

Gambar 14. Miniatur Keluarga Kudus bersama salah satu raja dari Timur, tampak dekat.

Gambar 14. Miniatur Keluarga Kudus bersama salah satu raja dari Timur, tampak dekat.

Tak ketinggalan pula, agape atau makan-makan! (✿´‿`) Pada hari Natal, gereja Kita Ichijo mengadakan perayaan kecil-kecilan dengan mengajak umatnya mengikuti acara makan bersama. Berikut adalah foto hasil dokumentasi perayaan tersebut.

Gambar 15. Suasana perayaan Natal di Gereja Kita Ichijo

Gambar 15. Suasana perayaan Natal di Gereja Kita Ichijo

Gambar 16. Suasana perayaan Natal di Gereja Kita Ichijo. Laki-laki dengan baju formal hitam (tampak samping) adalah imam yang bertugas hari itu.

Gambar 16. Suasana perayaan Natal di Gereja Kita Ichijo. Laki-laki dengan baju formal hitam (tampak samping) adalah imam yang bertugas hari itu.

Gambar 17. Makanan yang dihidangkan pada perayaan Natal di gereja Kita Ichijo, yaitu pizza, roti baguette, biskuit, onigiri, masakan Nigeria dan mochi

Gambar 17. Makanan yang dihidangkan pada perayaan Natal di gereja Kita Ichijo, yaitu pizza, roti baguette, biskuit, onigiri, masakan Nigeria dan mochi

Gambar 18. Suasana perayaan Natal di Gereja Kita Ichijo

Gambar 18. Suasana perayaan Natal di Gereja Kita Ichijo

Sekian! Semoga Anda menikmati tulisan ini. Jika Anda memiliki kesempatan untuk main ke Sapporo, jangan segan-segan bertandang ke gereja ini! Umat dan Romo-nya nggak nggigit kok 〆(・∀・@)

394 total views, 1 views today


Dukung penulis dengan membagikan cerita ini :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


2 thoughts on “Mencari Gereja Katolik di Sapporo

  1. Just right what I’m looking for.. Sayang nya saya sampai Sapporo sudah kelewat hari minggu 😭. Kmrn seharian hari minggu perjalanan, br sore ini smp Sapporo.
    Apakah ada informasi utk misa harian?
    Terimakasih banyak 🙂

    • Wah, maaf Mas, pas di sana saya nggak pernah ikut misa harian, jadi kurang tahu. Setahu saya sih misa bahasa Inggrisnya cuma seminggu sekali pas hari Minggu, jadi misa hariannya ya palingan cuma ada dalam bahasa Jepang. Saya coba tanyakan dulu. ༼ ºل͟º ༼ ºل͟º ༼ ºل͟º ༽ ºل͟º ༽ ºل͟º ༽

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *